25 Jan, 2010
Posted by: admin In: Artikel
Dimuat di HU Pikiran Rakyat/22 Januari 2010
Derita sosial yang mencecar kehidupan masyarakat Indonesia –seperti yang teramati dalam sejumlah pemberitaan—seakan tak pernah jeda mendera. Secara telanjang dan kasat mata, kesadaran masyarakat Indonesia kontemporer dicabik-cabik oleh praktek ketidakadilan, penyelewengan, dan kelaliman. Dari mulai kontroversi tentang kriminalisasi Bibit dan Chandra yang penyelesaiannya bertele-tele, kasus bail out Bank Century yang merugikan keuangan negara hingga 6 triliun lebih, ketidakadilan hukum terhadap Prita Mulyasari hingga terbongkarnya borok di rutan Pondok Bambu yang mengindikasikan adanya perlakuan istimewa terhadap tahanan kelas kakap. Read the rest of this entry »
01 Oct, 2009
Posted by: admin In: Artikel
HU KOMPAS,18 September 2009
Idul Fitri merupakan puncak spiritual dari rangkaian ibadah puasa yang dilaksanakan selama sebulan. Secara substansial, Idul Fitri menegaskan sebuah keyakinan bahwa manusia telah kembali kepada bentuk asli dan primordial, yaitu ”kesucian”.
Kesucian itu terletak pada penegasan dan pendakuan Tuhan sebagai ”Yang Awal” dan ”Yang Akhir” kehidupan. Sejatinya, manusia memiliki ikatan yang selalu terhubung dengan Tuhan, tetapi karena kelemahan dan pesona dunia, ingatan dan keterhubungan manusia dengan Tuhan itu mudah terganggu. Idul Fitri adalah momen spiritual yang membangkitkan kembali ingatan manusia tentang adanya keterhubungan dengan ”Yang Asal”.
Menurut Agustinus, relasi manusia dengan Tuhan adalah relasi paling dasariah. Namun, di tangan sebagian orang yang berpikiran sempit, relasi ini sering dimaknai berlebihan, bahkan disalahgunakan.
Read the rest of this entry »
13 Aug, 2009
Posted by: admin In: Artikel
Pikiran Rakyat, 30 Juli 2009
Sejumlah tragedi, seakan tak pernah jeda menimpa bangsa ini. Belum usai kita menyeka air mata untuk sejumlah bencana alam, bangsa ini mesti kembali bergegas menyambut duka berikutnya, yaitu bencana kemanusiaan. Jumat (17/7/2009), para teroris kembali berulah, menyasar Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton.
Peristiwa kekerasan itu tidak hanya meruntuhkan rasa aman dan membuat malu bangsa ini, tetapi juga memperlihatkan bahwa Indonesia sebagai sebuah altar kehidupan berbangsa dan bernegara, belum bersih dan terbebas dari para pelaku tindak kekerasan (teroris). Kita tak menduga, peristiwa kekerasan yang terjadi empat tahun silam, yang juga mengguncang Hotel JW Marriott, mesti berulang kembali.
Bagi kita yang memiliki nurani dan akal sehat, akan memandang peristiwa itu sebagai kejahatan kemanusiaan dan mengutuknya sebagai tindakan amoral. Suatu tindakan dikatakan amoral manakala tindakan tersebut tidak didasarkan pada pertimbangan nalar dan mata hati. Sebab, hanya dengan amoralitas, ketiadaan nalar dan suara hatilah yang akan membuat teroris tega melakukannya. Oleh karena itu, tindakan ini akan bisa dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan yang luar biasa. Kejahatan kemanusiaan merupakan tragedi yang tidak hanya memilukan karena martabat manusia sudah tidak dihargai, tetapi juga secara paksa dimatikan keberadaannya.
Read the rest of this entry »
Comments Off